Friday, May 11, 2018

5 dasar kemandirian untuk anak tunagrahita


5 DASAR KEMANDIRIAN 


1. Mencuci Tangan



Cara Mencuci Tangan

Cara mencuci tangan yang benar untuk Anda sekeluarga


Kapan terakhir kali Anda mencuci tangan? Apakah Anda melakukannya dengan benar?
Apakah Anda tahu bahwa dibutuhkan waktu 40 detik sampai 1 menit untuk mencuci tangan dengan benar? Setara dengan ketika Anda menyanyikan lagu "Happy Birthday" sebanyak 2 kali. Anda mungkin tidak perlu menyanyi ketika mencuci tangan, tetapi setidaknya Anda butuh waktu yang sesuai agar tangan Anda bersih.
Menjaga kebersihan tangan dapat menghampat penyebaran kuman penyebab penyakit seperti diarea, muntaber, dan infeksi lainnya. Ikuti 8 langkah di bawah ini untuk menyempurnakan teknik cuci tangan Anda:
Cara mencuci tangan yang benar:
  1. Basahi tangan dengan air yang mengalir
  2. Tuang sabun cuci tangan secukupnya
  3. Usapkan 2 telapak tangan, jangan sampai kena air
  4. Usap jari-jari, jempol, dan selipan jari-jari
  5. Gosok kuku-kuku
  6. Gosok punggung tangan
  7. Bilas dengan air yang mengalir
  8. Keringkan dengan handuk bersih atau tisu
Mungkin mudah melupakan cuci tangan karena sibukanya Anda setiap hari, tetapi Anda perlu melakukannya sebagai kegiatan rutin. Buatlah catatan, bisa ditulis di tangan, membuat pengingat di telepon genggam, atau menuliskannya pada kertas.
Kebersihan tangan yang utama
Tentu saja Anda tidak bisa selalu mencuci tangan dimanapun bila tidak ada air dan sabun. Tetapi itu bukanlah alasan untuk tidak mencuci tangan. Anda bisa menggunakan Dettol Hand Sanitiser yang mampu membasmi kuman dengan segera tanpa air.
Tuangkan sebanyak 1 sendok teh ke telapak tangan Anda dan usapkan sampai kering.
Anda perlu mencuci tangan sebelum makan dengan Dettol Hand Sanitiser di tempat-tempat umum seperti toko, taman, dan kendaraan umum. Tetapi Anda tetap harus mencuci tangan juga kalau terlihat kotor. Penggunaan Hand Sanitiser pada anak-anak harus tetap dalam pengawasan orang dewasa.
2. Menggosok Gigi
Dasar-dasar menyikat gigi
Kapankah waktu terbaik untuk menyikat gigi? Setidaknya dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur. Anda juga dapat menyikat gigi setelah menyantap makan siang atau makanan lain. Ingatlah untuk menunggu setidaknya 30 menit setelah mengonsumsi makanan dan minuman berasam, seperti buah-buahan asam, anggur atau jus buah. Jika Anda menyikat gigi terlalu awal, sementara asam masih berpotensi menyerang email gigi, Anda beresiko merusaknya dalam keadaan yang rentan.
Dengan apa? Baik sikat gigi manual atau elektrik. Pastikan kepala sikat pas dalam mulut Anda dengan nyaman dan dapat menjangkau semua area. Pepsodent menawarkan rangkaian sikat gigi sehingga Anda dapat memilih yang terbaik untuk Anda.
Untuk berapa lama? Setidaknya dua menit, walaupun banyak dokter gigi merekomendasikan 3 menit untuk menyikat gigi, khususnya jika Anda memakai sikat gigi manual.
Perbaiki teknik Anda
Bahkan jika Anda pikir Anda tahu cara menyikat gigi dengan benar, Anda bisa menemukan ruang untuk meningkatkannya:

Menyikat dengan sikat gigi manual

  • Posisikan sikat gigi pada sudut 45 derajat dari gusi
  • Maju dan mundurkan secara lembut dengan gerakan pendek
  • Gunakan ujung sikat untuk membersihkan permukaan dalam gigi depan dengan gerakan ke atas dan bawah
  • Sikat lidah Anda dengan lembut untuk menghilangkan bakteri dan menjaga nafas tetap segar

Menyikat dengan sikat gigi elektrik

Beberapa orang lebih suka memakai sikat gigi elektrik, dan sikat gigi elektrik bisa jadi pilihan baik untuk anak-anak yang biasanya tidak suka menyikat gigi.
  • Posisikan sikat gigi pada sudut 45 derajat dari gusi lalu nyalakan
  • Gerakkan sikat gigi dengan lembut dari gigi ke gigi untuk mencakup setiap permukaan
  • Sikat lidah Anda dengan lembut, seperti jika Anda memakai sikat gigi manual.

Jangan lupa memakai floss

Berikut caranya:
  • Lilitkan kedua ujung floss pada jari-jari tengah setiap tangan Anda, sisakan satu atau dua inci untuk dipakai
  • Selipkan floss di antara gigi, pastikan untuk membersihkan bawah garis gusi dengan gerakan menggosok secara perlahan

Berkumurlah untuk kesegaran ekstra

Gunakan mouthwash untuk membilas mulut Anda setelah menyikat gigi dan memakai floss. Mouthwash dari Pepsodent yang halal memberikan kenyamanan dan menjadikan mulut Anda lebih segar dan lebih lama. Kumur-kumur sedikit lalu buang.
Ikuti langkah-langkah mudah ini untuk mengoptimalkan menyikat gigi dan akan membuat gigi dan gusi Anda lebih bersih, lebih segar dan lebih sehat. Jangan lupa untuk menutup keran saat Anda menyikat gigi agar Anda dapat menghemat air hingga 6 liter setiap kalinya.
3. Mandi
Mandi merupakan salah satu kewajiban atau kebutuhan yang dilakukan setiap hari, agar tubuh terhindar dari penyakit. Mandi juga merupakan cara terbaik Dn mudah dalam relasasi diri dari kepenatan yang dilakukan setiap harinya. Namun taukah Anda jika sebenarnya tata cara mandi yang benar akan menjauhkan Anda dari penyakit influenza dan masuk angin? Hal ini dapat terjadi karena cara mandi yang salah, menyebabkan hawa panas tubuh terperangkap di dalam badan yang akan mengakibatkan keseimbangan hawa panas dalam tubuh dan hawa dingin menjadi terganggu, sehingga menimbuklan penyakit Influenza. Apabila selama ini Anda sering menderita penyakit influenza dan masuk angin, cobalah panduan tata cara urutan mandi yang baik dan benar, sebagai berikut:
1.     1.  Menyiram mulai dari ujung jari kaki (kanan dan kiri) kea rah atas sampai lutut.
2.     2.  Menyiram mulai dari lutut (kanan dan kiri) kea rah atas sampai bagian perut.
3.     3.  Menyiram mulai dari bagian perut ke arah atas sampai pundak
4.     4.  Menyiram mulai dari ujung jari tangan (kanan dan kiri) sampai ke pundak
5.     5.  Menyiram mulai dari bagian leher ke arah atas sampai kepala
6.     6.  Menyikat gigi
Urutan mandi diatas dilakukan secara berurutan kecuali menyikat gigi. Anda dapat memilih menyikat gigi sebelum atau sesudah mandi. Kemudian mulai menyiram ujung jari kaki hingga menyiram bagian leher dilakukan secara berurutan. Menyiram dari bawah mempunyai maksud agar panas tubuh terangkat ke bagian atas tubuh dan akhirnya terbuang keluar melalui lubang atau rongga tubuh bagian atas seperti hidung, mulut, mata dan telinga.
Lalu pada saat menyiram bagian perut dan bagian dada biasanya akan terasa merinding. Hal itu dikarenakan oleh bergeraknya hawa panas tubuh dari bagian bawah badan di bagian atas seperti mulut, hidung dan telinga. Bila Anda menerapkan aturan mandi ini secara terus menerus, maka Anda akan merasakan manfaatnya. Badan Anda terasa segar dan ringan dalam bergeraj serta terhindar dari penyakit influenza dan masuk angin.

4. Buang Air Besar dan Buang Air Kecil
Cara mengajarkan anak menggunakan toilet
Ada berbagai cara untuk mengajarkan toilet training pada anak. Setiap anak berbeda sehingga ibu bisa mencoba dan memilih cara yang sesuai dengan anak serta keluarga ibu. Ketika anak sudah menunjukkan tanda siap belajar maka segera ajari anak toilet training ini. Cara yang bisa kita lakukan antara lain:
  • Luangkan waktu untuk melatih anak toilet training.
  • Jangan memaksa anak duduk di atas WC tanpa mengikuti kemauannya.
  • Ciptakan rutinitas ke toilet
Ibu bisa menciptakan rutinitas yang sama dari hari ke hari. Misalnya coba ajak anak ke toilet ketika bangun pagi atau sebelum tidur atau 45 menit setelah banyak minum. Cukup ajak beberapa menit selama beberapa kali dalam sehari dan turuti kemauan anak jika dia sudah memutuskan untuk turun dari WC.
  • Seluruh orang yang terlibat dalam mengasuh anak harus konsisten melakukan toilet training ini.
Pastikan ayah, ibu, pengasuh, asisten rumah tangga, kakek nenek, dll melakukan hal yang sejalan dengan yang dilakukan oleh ibu. Menggunakan istilah yang sama dan cara yang konsisten.
  • Memberi contoh cara memakai toilet.
Orang tua memberikan contoh cara menggunakan toilet. Jika ada anak yang lebih besar maka kakak juga bisa memberikan contoh ke adiknya cara menggunakan toilet.
Terangkan pada anak apa yang sedang orang tua lakukan dan bagaimana cara melakukannya. Anak mencontoh apa yang orang tua lakukan.
  • Meletakkan training potty di tempat yang mudah dijangkau anak.
Saat ini di pasaran terdapat banyak alat yang bisa digunakan untuk melatih anak menggunakan WC. Ibu bisa membeli yang dirasakan sesuai dengan kebutuhan anak. Pastikan juga alatnya sama dengan WC yang ibu gunakan. Letakkan alat ini ditempat yang mudah dijangkau anak.
Awalnya latih anak duduk diatasnya menggunakan popok. Ketika anak sudah terbiasa, mulai latih anak duduk di atasnya dengan melepaskan popok. Bisa juga membawa alat ini di toilet ketika ibu sedang menggunakan WC sehingga anak bisa mencontoh dengan mempraktekkannya.
  • Mengajarkan istilah pertoiletan: kencing, berak, siram WC, cebok, dll yang familiar di keluarga ibu
Tujuannya supaya anak bisa mengungkapkan keinginannya kepada orang lain.
  • Mengamati pola buang hajat anak
Pola buang hajat anak yang sehat biasanya sudah teratur. Nah, pada “jam berhajat” tawarkan anak untuk BAB atau BAK. Ajak anak ke toilet, lepaskan popoknya. Jangan dipaksa dan jangan dimarahi.
  • Tanyakan ke anak apakah popoknya telah basah atau telah kotor 
Supaya anak bisa mengenali ketika popoknya basah atau kotor sehingga tahu bahwa kondisi ini adalah hal yang harus tidak dibiarkan.
  • Ajarkan anak mengenali bahasa tubuhnya.
Anak biasanya terlihat ketika akan BAB atau BAK. Biasanya mukanya memerah atau tampak mengejan atau kentut. Ajak anak ke toilet dan tawarkan untuk BAB atau BAK di toilet. 
Ketika ibu melihat anak mau BAB atau BAK ibu tanyakan, “kamu mau BAB?”
Saat anak sudah mulai mengerti tanda tubuhnya mau membuang hajat, ajak anak untuk BAK atau BAB di toilet setiap kali dia menunjukkan tanda atau setiap kali dia meminta ke toilet. Awalnya sering meleset dan gagalnya. Jangan marahi atau hukum anak jika gagal.
  • Ajak anak ke toilet 15 atau 30 menit setelah makan untuk memanfaatkan refleks gastrokolik tubuh. 
Ajak anak ke toilet sebelum tidur di malam hari dan sesaat ketika bangun tidur di pagi hari. Kadang setelah makan di pagi hari juga waktu yang sering untuk BAB.
  • Puji jika anak berhasil dan bila perlu berikan hadiah seperti sticker untuk ditempel di papan harian
Apapun itu, selalu puji anak. Ketika anak mau memakai WC dan tidak mengeluarkan apa-apa sekalipun, kita tetap harus menghargai usahanya untuk belajar.
  • Pilih pakaian yang mudah dilepas saat anak mau BAB atau BAK
  • Jangan marahi apalagi menghukum ketika anak kecolongan mengompol
Jangan pernah menghukum dan memarahi anak yang sedang dilatih menggunakan toilet dan mengendalikan hasrat buang hajatnya. Jangan tampak kecewa atau marah ketika anak kecolongan mengompol. Anak yang dimarahi atau merasa kecewa justru akan takut, trauma atau marah sehingga bisa mengalami kemunduran prestasi dalam toilet trainingnya.
Saat anak BAB di popoknya ajak anak membuang fesesnya ke dalam WC dan menyiramnya. Ibu bisa bilang,
“Nah, lihat tuh fesesnya masuk ke WC yah..”
  • Ketika anak sudah mulai menguasai ketrampilan menggunakan toilet sebaiknya segera ganti pospak/clodi dengan celana dalam
  • Jangan mundur ke belakang ketika anak sudah menguasai ketrampilan ini, ibu dan pengasuh harus konsisten. 
Saat mau bepergian jauh ajak anak untuk ke toilet dan berhenti untuk ke toilet setiap 2 jam. Ibu harus konsisten jangan memakaikan pospak ke anak yang sudah pintar BAB/BAK di toilet.
Banyak orang tua (di Amerika Serikat) memulai mengajari anak untuk toilet training di umur 18 bulan hingga rentang umur 21 sampai 36 bulan, namun sebenarnya tidak ada patokan waktu yang paling sempurna. Para orang tua jaman dahulu memulai toilet training ketika umur anak masih sangat kecil. Penelitian terbaru menunjukkan mengajarkan training toilet secara intensif di bawah umur 27 bulan dikatakan tidak begitu membuahkan hasil. Di umur 24 – 30 bulan kontrol otot untuk mengatur BAB dan BAK lebih baik (link). Anak bisa menggunakan toilet sendiri di umur 3 – 4 tahun (link). 
Anak bisa menguasai ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses toilet training di umur di atas 24 bulan. Namun demikian, ada penelitian yang menunjukkan ketika orang tua memulai toilet training sebelum anak berumur 24 bulan menghasilkan 68% balita sudah bisa menguasai ketrampilan tersebut di umur 36 bulan. Sedangkan anak yang dilatih di atas umur 24 bulan yang sudah menguasai ketrampilan tersebut di umur 36 bulan sekitar 54%. 
Dalam proses mengajari anak menggunakan toilet ini pasti akan terjadi “kecolongan” anak mengompol. Orang tua harus sabar, jangan menghukum anak. Hibur anak bahwa dia pasti akan bisa tidak mengompol lagi. Jangan terganggu dengan komentar orang lain. Anak akan menunjukkan pada orang tua bahwa dia akan siap untuk diajari toilet training. Jika perlu orang tua bisa mendiskusikan dengan dokter anak tentang kesiapan anak dan proses belajar toilet training ini 
SUMBER : https://duniasehat.net/2014/06/21/toilet-training-melatih-anak-bab-dan-bak-di-toilet/

5. Memakai Baju
Perbedaan penampilan antara memakai pakaian dengan dimasukan dengan tidak dimasukan dapat cukup mencolok. Bahkan dengan pakaian yang sama, sangat mungkin memunculkan penampilan yang berkelas dengan memasukan baju. Namun jika memasukan baju dengan tidak benar akan membuatnya terlihat jelek. Jangan cepat puas untuk sesuatu kecuali dengan penampilan terbaik Anda; pelajari bagaimana dan kapan Anda memasukan pakaian Anda untuk memulai penampilan terbaik Anda hari ini!
Turunkan baju Anda sebisa mungkin. Untuk memulai, kenakan baju Anda. Ambil bagian bawah baju Anda dan turunkan ke bawah. Ini akan membuat semua kerutan baju terkumpul dibawah dan membuat bagian baju di daerah dada menjadi lebih ketat dan memberikan Anda tampilan yang profesional.
Tutup baju Anda dengan celana. Jika Anda belum memakai celana, pakailah terlebih dahulu. Naikan celana Anda hingga ke pinggang dan masukan bagian bawah baju ke dalamnya. Tarik ritsleting dan kancingkan. Bagian bawah baju Anda harus terlipat baik di pinggang baju Anda.
Pakai sabuk. Ketika Anda memakai baju yang dimasukan, Anda harus memakai sabuk, bahkan jika Anda tidak membutuhkannya untuk mengencangkan celana Anda. Ketika Anda memasang sabuk, tempatkan gesper pada bagian tengah pinggang Anda, tepat diatas ritsleting.
Keluarkan sedikit baju Anda. Ambil tepi bawah baju Anda dan tarik sedikit untuk memberikan sedikit kenduran pada baju. Jangan menarik terlalu banyak, cukup tarik beberapa sentimeter saja. Dengan memberikan sedikit kenduran pada baju Anda, bagian bawah baju tidak akan keluar dari celana ketika Anda berbalik atau menekuk badan Anda.
·         Agar lebih mudah, lakukan depan cermin. Jika Anda tidak sengaja menariknya terlalu banyak keluar dari celana, itu akan terlihat jelek.
Rapihkan lipatan baju Anda dengan tepi celana. Terakhir, periksalah kembali untuk memastikan semuanya sudah bagus. Baju yang dimasukan akan terlihat bagus jika tepi bawah baju sesuai atau segaris dengan garis tepi celana. Meskipun ini tidak harus, untuk mendapatkan tampilan yang bagus dan profesional, ini diperlukan.[1]
·         Karena gesper sabuk berada ditengah pinggang Anda, tepi bawah baju harus berpotongan dengan bagian tersebut atau setidaknya berada dekat dengan gesper sabuk.